MEDAN — Dalam upaya meningkatkan mutu tata kelola akademik serta mempersiapkan program studi meraih predikat Akreditasi Unggul, Direktorat Penjaminan Mutu Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi instrumen akreditasi terbaru dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Acara ini berlangsung di Ruang Video Conference Lt. 4 Biro Rektor USU pada Selasa, 10 Agustus 2026.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Prof. Dr. Yeni Absah, S.E., M.Si. sebagai narasumber utama untuk memaparkan secara komprehensif instrumen penilaian LAMEMBA tahun 2025 yang berbasis pada Peraturan LAMEMBA Nomor 2 Tahun 2025.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Yeni Absah menjelaskan bahwa Instrumen Akreditasi Unggul LAMEMBA memuat 7 Kriteria, 21 Dimensi, dan 58 Indikator. Penilaian indikator tersebut berfokus pada pelampauan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang terdistribusi ke dalam klaster Input (9 indikator), Proses (20 indikator), dan porsi terbesar pada Output/Outcome (29 indikator).
Selain itu, terdapat tiga poin penting dalam pembaruan instrumen LAMEMBA yang menjadi perhatian utama bagi program studi, yaitu:
- Integrasi Manajemen Risiko dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi.
- Pengelolaan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan fasilitas yang ramah difabel serta memperhatikan kesetaraan gender.
Penerapan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Direktorat Penjaminan Mutu USU menekankan pentingnya pemahaman seluruh pengelola program studi di lingkungan USU terhadap 8 Indikator Syarat Perlu Terakreditasi Unggul, pemenuhan kualifikasi serta luaran dosen, hingga pencapaian ambang batas indikator pelampauan SN Dikti (minimal 70% untuk akreditasi 2 tahun atau 90% untuk akreditasi 5 tahun).
Melalui kegiatan ini, Direktorat Penjaminan Mutu USU berharap seluruh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memiliki pemahaman yang selaras dan siap menyusun Dokumen Evaluasi Diri (DED) serta Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) secara optimal demi meraih hasil akreditasi terbaik.